Penerimaan siswa baru di Padang dilakukan secara "online"
  • Wed, 29/05/2013 - 09:25

PADANG, 29/5 (SOLUSInews): Proses penerimaan siswa baru atau PSB tahun ajaran 2013 dilakukan dengan sistem 'online' atau daring olehpihak Dinas Pedidikan Kota Padang, Sumatera Barat.

"Tahun ini lulusan SD dan SMP sederajat akan mengikuti penerimaan siswa baru (PSB) melalui internet," kata Kepala UPTD Pengumpulan Pengolahan Data Pokok Pendidikan dan Teknologi Informasi (P2DAPODIK-TI), pada Dinas Pendidikan (Disdik) Padang, Syuhadi, di Padang, Rabu (29/5).

Disebutnya, pelaksanaan PSB Online ini dimulai 18 Juni hingga 30 Juni 2013, khusus untuk pendaftaran lulusan berasal dari Kota Padang.

"Sedangkan bagi siswa yang berasal dari luar kota Padang, luar provinsi Sumbar pra pendaftaran dimulai dari 18 hingga 23 Juni 2013, untuk pengumuman tahap pertama 25 Juni 2013," ujarnya.

Sesudah itu, lanjutnya, daftar ulang sekolah dari 25 hingga 27 Juni 2013. "Kemudian pendaftaran tahap kedua. Tanggal 30 Juni daftar ulang ke sekolah tahap kedua dan 1 Juli 2013 awal sekolah," jelas Syuhadi.

Dia juga mengatakan, calon pendaftar PSB Online lulusan SD ke tingkat SMP diperkirakan sekitar 15 ribu lebih, sedangkan yang mendaftar ke tingkat SMA atau sederajat di Padang ada sekitar 14 ribuan.

"Untuk tamatan SMA, SMK, MA sekitar 13 ribuan. Di Kota Padang terdapat sebanyak 37 SMPN, 16 SMAN dan SMKN sebanyak 10 unit," kata dia.

Dikatakan, penerapan sistem `online` dalam penerimaan siswa baru di Padang, menurut Bambang, telah berlangsung sejak 2006 dan pada tiap tahunnya Disdik Padang terus melakukan pengembangan.

Penerapan sistem online pada penerimaan siswa baru tersebut dapat menghindari tindak kecurangan yang dilakukan pihak sekolah. "Penerimaan siswa baru melalui sistem `online` lebih transparan. Semua orang dapat menyaksikan siswa yang lulus di suatu sekolah tanpa ada campur tangan atau kepentingan dari pihak manapun," tuturnya.

Penerapan PSB 'online' pada 2013, berbeda dengan tahun sebelumnya dan tahun ini pengembangannya dengan sistem rayonisasi. Rayonisasi dimaksud adalah pemetaan sekolah berdasarkan alamat sekolah, seperti SD, masuk SMP, dan SMP masuk SMA.

"Hal ini harus dipahami oleh masyarakat. Setelah itu calon pelamar harus memilih tiga sekolah yang dilamarnya sesuai dengan nilai yang diterima sekolah dimaksud," ujarnya.

"Para calon siswa SMP, bisa mendaftar di SMP terdekat, begitu juga dengan calon siswa SMA, juga bisa mendaftar ke SMA terdekat sesuai dengan sekolah pilihannya. Sedangkan prosedur dan format untuk pendaftaran tetap sama," demikian jelas Syuhadi.

(se-ant/S)

Categories: 

Berita Terkait