BMKG: Wilayah selatan Indonesia berpotensi gempa 'megathrust'
  • Wed, 10/07/2013 - 16:02

JAKARTA, 10/7 (SOLUSInews) : Kelihatannya, kewaspadaan terhadap bahaya gempa bumi harus lebih ditingkatkan lagi. Pasalnya, dipredikisi gempa dengan kekuatan besar selalu berpotensi terjadi di wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, tiga titik yang menjadi celah utama lokasi prediksi gempa 'megathrust' yang dapat terjadi di wilayah selatan Indonesia."Barat daya Mentawai, barat daya Selat Sunda, dan selatan Bali," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG PJ Prih Harjadi di Jakarta, Rabu (10/7).

Berdasarkan analisis dan data BMKG, menurut dia, hanya tiga celah tersebut yang belum terjadi gempa. Artinya, masih tersimpan tenaga yang besar di ketiga titik tersebut.

"Harapan kita (tenaga) dilepaskan bertahap, jadi gempa tidak sebesar yang diperkirakan," ujar dia.

Meski sudah terjadi gempa 7,7 skala Richter (SR) di Mentawai tahun 2010, menurut Prih, tetapi masih tersisa tenaga yang lebih besar di daerah Mentawai. Berdasarkan analisis yang dilakukan BMKG ataupun para ilmuwan, kekuatan gempa megathrust tersebut bisa mencapai 8 SR, dan dampaknya akan sangat besar.

Sedangkan di barat daya Selat Sunda hingga ke Bengkulu, ia mengatakan juga belum tercatat adanya gempa. Berdasarkan penelitian paleo tsunami yang dikakukan di Labuan, Banten, deposit sisa tsunami belum terlihat lagi adanya peristiwa tsunami yang lebih dahsyat dari 1883 saat Krakatau meletus.

"Jika dirilis, analisis kita, gempa bisa mencapai 8,7 SR. Meski sudah pernah gempa 7,7 SR di Pangandaran yang berdampak tsunami hingga ke Cilacap, namun tenaga masih tersimpan untuk barat daya Selat Sunda hingga Bengkulu," katanya.

Sementara itu, ia mengatakan, celah lain yang tersisa menyimpan tenaga besar terletak di selatan Bali. "Jika di Malang kemarin sudah ada gempa dan di selatan Sumba juga sudah pernah terjadi gempa dengan magnitud mencapai 8 SR maka yang tersisa celah di selatan Bali yang dapat mencapai 8 SR," katanya.

Kepala BMKG Sri Woro B Harijono mengatakan, informasi tentang tiga celah gempa megathrust ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar masyarakat dapat selalu waspada terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Belajar dari apa yang terjadi di Sumatera Barat, menurut dia, awareness telah dimiliki, tetapi cara evakuasi masih banyak salah, seperti menggunakan kendaraan bermotor untuk evakuasi.

(kp-kdc/S)

Categories: 

Berita Terkait