KSAU: TNI AU perkuat Pangkalan Udara
  • Tue, 30/07/2013 - 07:31

YOGYAKARTA, 30/7 (SOLUSInews): Guna peningkatan kekuatan pertahanan udara, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, pihaknya segera meningkatkan tipe sejumlah pangkalan udara.

"Beberapa pangkalan udara (Lanud_ ditingkatkan dari tipe B ke A, dan dari C ke B. Hal ini untuk mencapai kekuatan pokok minimal ('minimum essensial force'/MEF)," kata Kepala Stau Angkatan Udara (KSAU) usai upacara peringatan Hari Bakti ke-66 TNI AU di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Senin (29/7) kemarin.

Dikemukakan, beberapa Lanud yang ditingkatkan tipenya dari B ke A, ialah, Lanud Pekan Baru (Riau) yang merupakan 'home base' pesawat tempur Hawk. Juga Lanud Soewondo (Medan) yang memiliki skuadron udara pesawat intai. Kemudian Lanud Supadio (Pontianak) yang terdapat skuadron udara pesawat tempur Hawk.

Sedangkan yang dinaikkan dari tipe C ke B, di antaranya Lanud Kupang, Lanud Jayapura, dan Lanud Ambon. "Semua dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kekuatan TNI AU," paparnya.

Penentuan Lanud yang ditingkatkan tipenya ini, menurutnya, dilandasi atas beberapa pertimbangan yang dikaji secara komprehensif, yakni pertimbangan letak pangkalan dan perkembangan lingkungan strategis. Dengan perkembangan lingkungan strategis yang sangat dinamis, lewat peningkatan ini diharapkan bakal meningkatkan kesiapan Lanud.

"Kita prinsipnya ada kebijakan MEF, di mana pada setiap kesempatan TNI AU bisa melaksanakan dan mendukung operasi," ujarnya.

Peningkatan status akan berdampak pada penataan sumber daya manusia dan nantinya akan ada pergeseran personel dari satu Lanud ke Lanud lain. Kebijakan dalam manajemen personel saat ini ialah 'zero growth' dan 'right sizing'. "Ada pangkalan yang banyak personel, ada juga yang kurang. Kita satukan. Sejauh ada rencana perubahan organisasi, kebijakan menyesuaikan kebutuhan," jelasnya.

Secara keseluruhan, KSAU menilai kondisi TNI AU sudah dalam jalurnya menuju target MEF pada 2024 atau bahkan 2019. "Dengan dukungan masyarakat, kita akan mampu mengawal dirgantara nasional. Kita akan mampu mengatasi deterrence power"," tuturnya.

KSAU mengatakan, Hari Bakti Angkatan Udara merupakan simbol sekaligus roh perjuangan bagi TNI Angkatan Udara karena adanya nilai-nilai pengabdian yang sangat tinggi dalam menjaga dan mengawal eksistensi Ibu Pertiwi pada masa awal perang kemerdekaan yang mewarnai perjalanan sejarah TNI Angkatan Udara di kancah perjuangan fisik bangsa Indonesia.

Dua peristiwa bersejarah pada tanggal 29 juli 1947, yaitu operasi serangan udara pertama kali oleh TNI Angkatan Udara yaitu mengebom kedudukan Belanda di kota Salatiga, semarang dan Ambarawa serta peristiwa gugurnya tiga pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara yakni Komodor Udara Agustinus Adi sutjipto, Komodor Udara Prof Dr. Abdurachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisoemarmo bersama awak pesawat dan penumpang lainya saat pesawat Dakota VT-CLA ditembak oleh pesawat pemburu Kitty Hawk Belanda.

"Sebagai generasi penerus TNI Angkatan udara, kita wajib melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pejuang TNI AU berupa kejuangan, disiplin, keberanian, profesional, semangat pengorbanan, dan keteladanan dengan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas masing-masing," ujarnya.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti TNI AU diakhiri dengan wisuda purna bakti 29 Pati TNI AU di antaranya mantan Kasau Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Kasum TNI Marsdya TNI Daryatmo dan dua Pati Wara TNI AU yaitu Marsma TNI (Purn) Siti Zubaedah dan Marsma TNI (Purn) Ida Rudiani yang dilanjutkan dengan passing out parade ke-29 wisudawan.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menambahkan ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan diperbaiki, di antaranya menyangkut pemetaan tugas dengan aparat hukum lainnya.

Selain itu, masalah klasik mengenai alutsista yang sudah uzur harus menjadi perhatian serius. "Teknologi kedirgantaraan yang sudah uzur sebaiknya diganti," demikian KSAU.

(jr-spc/S)

Tags: 

Berita Terkait