Pembunuhan sadis atas model cantik Sisca, sangat terencana dan kejam
  • Sat, 10/08/2013 - 00:14

BANDUNG, 10/8 (SOLUSInews): Pihak Kepolisian menduga kuat, pembunuhan dengan cara sadis atas model cantik Franceisca Yofie, 34 tahun, di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (5/8), telah direncanakan sebelumnya.

Sebab, selain tergolong rapi, kedua pelaku mengenakan helm penuh-muka sehingga ciri-ciri mereka sulit dikenali. Para pembunuh itu juga seperti sudah paham benar lokasi kejadian.

Ditanya wartawan apakah pelaku merupakan pembunuh profesional, Kabid Humas Kepolisin Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), Komisaris Besar (Kombes) Martinus Sitompul mengatakan pihaknya belum bisa memastikan hal itu.

"Tapi, bisa dibilang kedua pelaku ahli, karena mereka bisa menghilangkan barang bukti di TKP, sehingga dipastikan mereka mempunyai kemampuan untuk mengeksekusi," jelasnya.

Ditambahkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, lokasi penganiayaan dan pembunuhan Sisca tidak cuma di satu tempat.

"TKP-nya berpindah-pindah. Kalau cuma satu TKP biasanya banyak barang bukti yang tertinggal, seperti sidik jari dan beberapa benda lain yang bisa dijadikan petunjuk. Ini pelaku tergolong pintar," ujarnya.

Martin memastikan aksi pelaku terencana, "Pelaku sudah mengetahui targetnya siapa, waktunya kapan, membekali dengan senjata tajam juga."

Sungguh kejam

Pembunuhan di Bandung itu memang sungguh kejam. Dua pembunuh meringkus gadis cantik ini, persis ketika dia membuka pagar kos. Mengikatnya dengan tali, lalu menyeretnya di jalan dengan motor yang dipacu kencang.

Sisca begitu Franciesca Yofie yang malang ini disapa, diseret bak mainan. Dan mungkin itu sebabnya sejumlah orang yang menyaksikan malam jahanam, Senin awal pekan ini itu, mengira Sisca boneka.

Polisi sejak itu langsung memburu para pembunuh itu. Segala cara ditempuh. Dari pengerahan polisi di Jawa Barat sendiri hingga mengerahkan Tim 'Cyber Crime' Mabes Polri.

Kepada wartawan, Jumat (9/8), Martinus Sitompul, mengungkapkan, Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ikut membantu mengusut kasus ini.

Demi menelusuri jejak para pembunuh 'Branch Manager' PT Venera Multi Finance itu, Tim Cyber Mabes Polri ini akan memeriksa telepon genggam yang ditemukan di lokasi tewasnya korban. Tim itu juga memeriksa dua telepon genggam lain yang ditemukan di kos Sisca.

"Tim 'Cyber Crime' Mabes Polri memeriksa handphone korban untuk mencari petunjuk lainnya," kata Martinus. Tim 'Cyber Crime' akan mengkloning barang bukti untuk kemudian dibedah. "Dari situ, kami akan tahu seluruh kontak dan interaksi korban sama siapa saja, baik itu percakapan, SMS, dan MMS. Semua akan diurai," jelasnya.

Meski BlackBerry milik Sisca ditemukan dalam kondisi rusak akibat terlindas mobil, polisi tetap akan meneliti semua hal yang berkaitan dengan korban dari Ponsel itu.

Apalagi CCTV yang merekam insiden tragis itu juga ikut ditelaah. Dalam rekaman CCTV itu terlihat dua orang menyeret dengan cara menjambak rambut korban dan kemudian ditarik menggunakan sepeda motor hingga ratusan meter (bahkan ada dugaan sekitar 1000 meter).

Jejaring sosial

Upaya lain yang dilakukan polisi demi mengungkap para pembunuh itu ialah dengan meneliti dua akun jejaring Facebook milik Sisca. Kemungkinan besar dua akun Facebook tersebut memang milik Franceisca Yofie.

Dalam akun Facebook atas nama Franceisca Sisca itu, terdapat sejumlah foto-foto wanita cantik berparas oriental ini. Beberapa foto 'close up' juga dipasang di situ.

Sedangkan di akun bernama Franceisca Yofie, terdapat beberapa gambar berisi tulisan-tulisan, ungkapan kemarahan dan dendam kepada seseorang yang tak disebutkan namanya.

Sisca sempat memposting beberapa foto dan gambar berisi tulisan cacian terhadap seseorang dan diduga ada sangkut pautnya dengan kematian ibunya.

"Di hari ke 7 kepulangan ibuku menghadap Yang Maha Kuasa, si anji** biadab datang menabur bunga di makam ibuku yang pernah diseretnya ke kantor polisi!! Tradisi etnis kami, tak seorang pun diperkenankan menghadap atau menabur bunga ke makam orang tersebut bila orang itu pernah menaruh luka sakit di hatinya! Karena akan mengeluarkan bau bangkai di rumah, dan akan mendatangkan petaka pada yang ditinggalkannya. Pantas bau bangkai di rumah tercium menyengat! Dendamku tak akan aku hapus sampai ke liang lahatku!!"

Selain itu terdapat salah satu tulisan gambar yang tidak jauh dengan gambar sebelumnya yang sempat dijadikan foto profil akun Facebook-nya.

"Kurang Ajar! Selagi hidupnyapun pernah mengusirmu dan tidak mau melihatmu! Bahkan 2 minggu sebelum kepulangannya mencurahkan rasa sakit hatinya padamu dan berpesan untuk tidak didatangi makamnya oleh bangsat seperti kau !!! Sekarang lancang berani-beraninya menghadap ke makamnya!! ANJI** BIADAB !!!!"

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Sutarno mengatakan, akun Facebook ini bisa dijadikan salah satu bukti untuk pengungkapan kasus ini."Bisa dijadikan petunjuk, sedang kami dalami," tuturnya saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Rabu 8 Agustus 2013. Sutarno juga menegaskan bahwa dia tidak menampik bahwa motif pembunuhan wanita cantik ini diduga kuat karena dendam.

Sementara, hingga kini, sebanyak 10 saksi juga sudah diperiksa, mulai dari karyawan kantor hingga keluarga korban. Polisi menduga, pelaku adalah orang yang dikenal oleh Sisca. "Nggak mungkin punya dendam kalau nggak kenal," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno.

Dugaan dendam ini terlihat dari fakta bahwa pelaku tidak mengambil barang berharga milik Sisca. Saat ditanya orang dekat yang dimaksud, Sutarno menjelaskan, pelaku bisa saja kerabat, teman lama, atau rekan kerja. "Apakah itu hubungan lama, bisa keluarga, teman lama atau rekan kerja," ujarnya.

Selain itu, dia juga menilai, para pelaku memang sengaja menghabisi nyawa Sisca. "Yang jelas perbuatan ini terencana. Diawali penganiayaan dengan cara diseret. Tidak menutup kemungkinan sebelum kejadian, ada tindakan kekerasan lainnya yang dilakukan pelaku," ungkapnya.

Sesudah diseret para pembunuh itu, Sisca ditemukan warga dalam kondisi sekarat di Jalan Cipedes Kota Bandung, Senin malam dengan luka di seluruh tubuh akibat diseret sepeda motor. Sisca juga mengalami luka bacok di bagian kepala. Celananya juga terlepas, akibat tubuhnya diseret.

Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, sekitar pukul 18.30 WIB, Sisca sedang memarkirkan mobil Nissan Livina X-gear di halaman indekosnya di Jalan Setra Indah Utara No 11, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Saat itu, Sisca turun dan hendak membuka gembok pagar indekos.

Namun tiba-tiba dua orang menggunakan helm full face menarik paksa Sisca dan menganiaya perempuan malang itu. Tak cukup dengan itu, pelaku kemudian menyeret Sisca menggunakan sepeda motor. Situasi di lokasi kejadian sangat sepi saat insiden tersebut terjadi.

Sisca pun sempat diseret ratusan meter dari lokasi indekosnya oleh pelaku hingga Jalan Cipedes Tengah, RT 7/RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi atau tepatnya dekat lapangan Abra. Sisca tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

(mj-vnc/S)

Categories: 

Berita Terkait