HUT KE-68 RI - Sukarno, simbol-simbol Indonesia dan perannya di balik pembangunan HI
  • Sat, 17/08/2013 - 13:44

JAKARTA, 17/8 (SOLUSInews): Berkenaan dengan peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI yang proklamasinya dibacakan Bung Karno, 17 Agustus 1945, ada baiknya kita mengingat kembali salah satu sisi agresivitas Presiden Pertama Republik Indonesia, Dr Ir Sukarno, ini di bidang arsitektur.

Sudah banyak bahasan, Sukarno atau populer di mata rakyatnya dengan sapaan Bung Karno, memang berada di balik berbagai simbol Jakarta, ibukota Republik Indonesia. Termasuk tentunya Hotel Indonesia yang tetap menjadi salah satu 'land-mark' Jakarta.

Nah, Bung Karno yang juga insinyur kawakan ini, ternyata banyak menghasilkan karya bangunan spektakuler di Indonesia, khususnya Jakarta. Seperti disebut di atas, Hotel Indonesia merupakan salah satu bangunan hasil karyanya yang ikonik.

Hotel Indonesia resmi dibuka satu bulan setelah kompleks Asian Games diresmikan. Hotel itu dibangun untuk tujuan akselerasi di bidang pariwisata dengan biaya yang berasal dari dana parampasan perang Pemerintah Jepang.

Sukarno memperoleh inspirasi desain interior Hotel Indonesia ketika berkunjung ke Gedung Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Seperti dikutip dari buku "Bung Karno sang Arsitek" yang ditulis oleh Yuke Ardhiati, dia terkesan dengan bangunan tersebut. Dan akhirnya menunjuk arsitek yang sama, yaitu Abel Sorenson untuk membantunya merancang Hotel Indonesia.

Selama rancangan tersebut berlangsung, sempat ada perdebatan antara Sukarno dan Abel Sorenson. Diceritakan pula, Soekarno sempat berujar karena perdebatan tersebut. "Jangan lupa saya juga seorang insinyur, jadi Hotel Indonesia juga dibangun oleh seorang Presiden," kata Sukarno kala itu.

Secara arsitektural, Hotel Indonesia dinilai sangat baik, karena mempertimbangkan iklim tropis Indonesia. Secara Interior desain juga sangat menarik.

Hotel Indonesia merupakan hotel berbintang pertama yang dibangun di Jakarta, Indonesia. Hotel ini diresmikan pada 5 Agustus 1962 oleh Suukarno untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962.

Bangunan itu berdiri di lahan seluas 25.082 meter persegi. Hotel ini mempunyai slogan "A Dramatic Symbol of Free Nations Working Together".

Hotel Indonesia mengalami pemugaran pada 2007 dan kini dikelola oleh grup Kempinski. Selain tampilan, namanya hotel itu pun disesuaikan menjadi Hotel Indonesia - Kempinski.

Sebagaimana diketahui, Hotel Indonesia kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemda DKI dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tanggal 29 Maret 1993.

(jr-ozc/S --- foto ilustrasi istimewa-giant41.blogspot.com/JR Pro)

Tags: 
Categories: 

Berita Terkait