Secuplik perjalanan Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli Kaunang*)
  • Thu, 29/08/2013 - 08:28

JAKARTA, 29/8 (SOLUSInews): Sosok lurah cantik ini, sekitar empat - lima hari terkini, selalu menjadi buah bibir, tak hanya di Jakarta dan sekitarnya, tetapi kini menyebar ke berbagai pelosok Nusantara. Betapa tidak, kendati posisinya digoyang segelintir orang yang mengatasnamakan warga Kelurahan Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulfiklie-Kaunang, demikian nama lengkapnya, tetap tabah serta tulus melayani masyarakat di sekitar dia mendapat amanat negara untuk berkarya. Dengan rasa sayang, dia hanya mengatakan: "Mereka itu warga saya....!!!"

Susan pun berusaha tetap profesional menjalankan tugasnya sebagai Lurah Lenteng Agung. Padahal, isu yang diangkat untuk menggeser dia dari posisi sekarang, cukup sensitif, yakni soal keyakinan. Susan yang Kristen Protesten, rupanya menjadi alasan segelintir orang itu, untuk mengemukakan ketidaksukaan mereka. Soalnya, masih menurut sekelompok warga yang 'digerakkan' untuk berdemo itu, Lenteng Agung mayoritasnya memeluk agama Islam.

Sayangnya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi dengan tegas menyatakan, tak akan ada pencopotan Lurah mana pun, jika hanya alasan beda keyakinan atau agama. "Harus berbasis kinerja," tandasnya.

Berikut, dituturkan secuplik perjalanan Lurah Susan yang supel, profesional, terkesan 'smart' ini:

Senyum manis seketika terpancar dari paras ayu Kepala Kelurahan Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat wartawab memasuki ruangan kantornya di lantai dua Kantor Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa Jakarta Selatan, Rabu (28/08) petang kemarin.

Dirinya yang masih terlihat segar dan ceria, lengkap dengan pakaian dinasnya menyapa ramah dan memulai perbincangan dengan mengenalkan diri dan jabatan tangannya yang lembut.

Nama Susan melambung lantaran ia diprotes sejumlah warga yang menolak dirinya menduduki jabatan sebagai lurah di kawasan tersebut. Bahkan, kelompok warga tersebut sampai menggelar demo penolakan, beberapa hari belakangan.

Kembali ke Susan, sembari tersenyum, Susan menceritakan kisah singkat dirinya hingga menjadi Kepala Kelurahan Lenteng Agung saat ini.

Diungkapkannya, sejak pertama kali masuk ke dalam dunia pemerintahan 23 tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 1990, dirinya tidak menyangka akan mencapai posisi lurah dalam karirnya sebagai abdi negara.

Dirinya yang kala itu terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) staf bagian umum Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan hanya bekerja dan menjalankan kewajibannya sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya.

Walau begitu, seluruh tugas dan kewajibannya dijalankan dengan baik dan sepenuh hati. Hingga akhirnya di tahun 1993, jerih payah dan upayanya membuahkan hasil.

Dirinya lulus seleksi dan terpilih sebagai salah satu PNS yang memperoleh beasiswa dan berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan untuk program studi S1 di Universitas Indonesia.

"Sejak jadi PNS, saya memang selalu kerja sesuai dengan tugas dan amanat yang diberikan, yang penting berprestasi, kalau mengenai jabatan, nanti juga naik dengan sendirinya. Yang penting bekerja dengan sepenuh hati," katanya.

Selepas lulus program studi Administrasi Negara, FISIP Universitas Indonesia tahun 1997, karir Susan tidak langsung melonjak. Istri R Daniel Kaunang, 47 tahun, itu masih tetap menjabat sebagai staf ahli di BKKBN Provinsi DKI Jakarta.

Selama hampir 22 tahun mengabdi di lembaga yang sama, dirinya pun akhirnya dipindahtugaskan dan dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana di Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada pada pertengahan tahun 2012.

Hingga akhirnya, sistem lelang jabatan Lurah dan Camat di DKI Jakarta digulirkan oleh gubernur terpilih Jokowi.

Kala itu, ibunda Claudia Gabriel Kaunang, 17 tahun itu mengaku tertarik untuk mengikuti proses lelang karena dirinya yakin dan percaya akan kemampuannya.

Ditambah dengan dukungan penuh dari keluarga, suami dan anaknya, dirinya pun memberanikan diri untuk mendaftar.

"Suami dukung banget, dia malah yang antusias dan rutin mengingatkan saya untuk belajar terus, mulai dari awal seleksi sampai tes terakhir, mungkin dia mau lihat istrinya sukes," tuturnya.

Atas keberhasilannya, Susan berterima kasih kepada sang suami dan anak perempuan semata wayangnya.

"Sampai sekarang mereka berdua tetap mendukung saya dan tidak pernah mengeluh, walaupun saya harus pulang larut malam setiap hari. Karena kan memang pekerjaan sebagai pejabat pemerintahan ya seperti ini, melayani masyarakat," demikian Susan Jasmine Zulfiklie-Kaunang mengakhiri wawancara.

*) Disadur dari 'kompas.com' berdasar liputan Warta Kota yang termonitor SOLUSInews

(jr-kdc/S --- foto ilustrasi istimewa-satuharapan.com/JR Pro)

Categories: 

Berita Terkait