PILPRES 2014 - Intelijen asing prediksi 'perang bintang' dimenangkan Jokowi-JK
  • Mon, 02/09/2013 - 19:42

JAKARTA, 2/8 (SOLUSInews): Prediksi 'perang bintang' di Pemilu Presiden atau Pilpres 2014 ternyata tidak cuma antusias dilakukan lembaga survei. Intelijen asing pun melakukannya.

Tetapi yang mengejutkan, hasilnya rata-rata sama, yakni, baik para lembaga survei maupun kelompok intelijen asing, memprediksikan Joko Widodo (Jokowi) ) akan menang telak pada Pilpres 2014, kalau disandingkan dengan Jusuf Kalla (JK).

Intelijen asing pun ternyata sudah memprediksi, PDI Perjuangan (PDI-P akan meraih keuntungan luar biasa di Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres kalau mengusung Jokowi-JK.

“Suara PDI-P pada pemilu legislatif akan terdongkrak hingga 24 persen kalau mencalonkan Jokowi-JK,” kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti dalam diskusi empat pilar di Senayan, Jakarta, Senin (2/9).

Diskusi yang mengangkat tema “Geliat Capres Menjelang Pemilu 2014” menghadirkan pembicara lain, yakni bersama Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y Thohari dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon.

Masih menurut Ikrar, kedua figur tersebut sama-sama mendapat respons positif dan tinggi dalam banyak survei dibandingkan Capres yang lain.

Karena itu, PDI-P jangan sampai mengambil tindakan bodoh dan salah strategi dalam Pilpres 2014 nanti.

“Meski politik itu cair, tapi Jokowi-JK sebagai pasangan yang bisa memenangkan Pilpres 2014. Itu terbukti dalam banyak survei. Bahkan intelijen asing sudah memprediksi Jokowi-JK akan menang. PDI-P pun akan terdongkrak suaranya pada pemilu legislatif menjadi 24 persen,” katanya.

Ikrar lebih jauh mengatakan, mengusung Jokowi-JK adalah keputusan yang sangat tepat dan PDI-P akan mengulang kembali fenomena Pemilu 1999 lalu, dimana semua massa merindukan figur Megawati Soekarnoputri.

Tetapi kalau PDI-P ngotot mencapreskan Megawati Soekarnoputri, maka yang akan terjadi adalah kekalahan untuk kesekian kalinya.

“Resistensi terhadap Megawati masih tinggi jika tetap dipaksakan maju capres,” demikianIrar Nusa Bakti.

(jr-spc/S --- foto ilustrasi istimewa-m.poskotanews.com/JR Pro]


Berita Terkait