Israel 'uji coba' luncurkan Rudal ke arah Suriah
  • Tue, 03/09/2013 - 21:48

MOSKOW, 3/9 (SOLUSInews): Ada laoran terkini yang menyebutkan, pihak Israel diberitakan meluncurkan dua rudal balistik ke arah Suriah. Kedua rudal itu diluncurkan dari wilayah Laut Mediterania bagian tengah menuju perairan dekat Suriah.

Dilaporkan pula, peluncuran tersebut pertama kali dideteksi oleh radar milik Rusia. Informasi ini sempat membuat Rusia dalam kondisi siaga.

“Rudal itu dideteksi oleh radar Armavir,” sebut Kantor Berita Rusia Interfax, seperti dikutip AFP, Selasa (3/9).

“Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shiogu, telah menginformasikan hal ini ke Presiden Vladimir Putin,” lanjut kantor berita itu.

Israel awalnya bungkam perihal peluncuran tersebut. Namun, Kementerian Pertahanan Israel akhirnya memberikan konfirmasi. Mereka berdalih peluncuran itu hanyalah ujicoba.

Aksi Israel tersebut tentunya semakin memanaskan kondisi di Laut Mediterania. Wilayah itu kini ditempati lima kapal perang Amerika Serikat (AS) yang disiapkan untuk menyerang Suriah.

Rusia juga mengirim kapal perangnya untuk mengawasi armada laut AS. Rusia memang menjadi sekutu utama Suriah dan kerap memberi dukungan diplomasi maupun militer kepada pemerintahan Bashar al Assad.

AS lemah

Sementara itu dari Tel Aviv dikhabarkan, sebagian warga Israel mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang menunda serangan ke Suriah. Mereka merasa keputusan itu menunjukkan Amerika Serikat (AS) lemah terhadap Suriah.

“Kami tidak bisa mengandalkan sekutu yang terlihat tidak meyakinkan,” ujar seorang warga Israel, Hanna Tzikli, seperti dikutip Associated Press, Selasa (3/9).

Israel memang mengandalkan AS sebagai sekutu utamanya. Israel takut AS juga bersikap lemah jika suatu saat nanti Iran benar-benar ingin menyerang mereka.

“Kami mengamati AS secara saksama. Kami mengandalkan AS untuk menjaga Israel dari ancaman Iran,” ucap anggota Parlemen Israel, Nachman Sai.

“Kami ingin tahu, apakah akan mendapat bantuan dari AS jika Iran menyerang Israel,” lanjutnya.

Obama menunda serangan untuk menunggu persetujuan dari Kongres. Padahal, dia awalnya ingin secepatnya menyerang Suriah. Perubahan sikap Obama disebabkan mundurnya Inggris dari rencana serangan akibat penolakan parlemen.

Israel sebenarnya tidak terlalu menginginkan Pemerintah Suriah digulingkan. Mereka takut rezim Bashar al Assad digantikan oleh kelompok militan yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda. Israel memang memiliki hubungan yang bersahabat dengan rezim Assad. Hubungan baik itulah yang mencegah kedua negara terlibat dalam konflik.
(jr-ozc/S)

Categories: 

Berita Terkait