Sembari Puji Jokowi Samad minta PDI-P, kalau sayang Bu Mega jangan korupsi
  • Sat, 07/09/2013 - 14:58

JAKARTA, 7/9 (SOLUSInews): Rakernas PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, mendapat kunjungan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad.

Dia hadir engan penuh semangat, dan menyampaikan paparannya lebih dari satu jam. Bahkan seperti membius ribuan kader PDI Perjuangan yang hadir dalam rakernas tersebut.

Apa yang dipaparkan Samad banyak berfokus pada latar belakang terjadinya korupsi dan strategi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantasnya. Sesekali ia berpesan agar kader PDI Perjuangan (PDI-P) menjaga iman dan tak tergoda tercebur dalam tindak kejahatan luar biasa itu.

"Kalau masih sayang bu Mega, jangan korupsi," kata Samad saat memberikan paparan di Rakernas PDI Perjuangan.

Dalam paparannya, selain menyampaikan tentang latar belakang korupsi dan cara penanganannya, Samad juga banyak mengungkap tentang potensi kekayaan Indonesia yang dapat dijaga dengan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Menanggapi itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku sering terenyuh dan prihatin jika ada kader PDI Perjuangan yang tersandung kasus korupsi. Disebutnya, ini merupakan masalah bersama bersama yang harus segera ditanggulangi.

"Saya sangat prihatin ada satu dua anak-anak sayang yang terjerat. Benar kata bapak (Samad) tadi korupsi terjadi karena imannya goyang," kata Mega.

Rakernas PDI Perjuangan digelar mulai 6-8 September 2013, di Ancol, Jakarta. Agenda utama rakernas ini adalah konsolidasi menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden tahun depan. Sebanyak 1.330 kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia hadir dalam rakernas hari ini.

Puji Jokowi

Pada kesempatan itu, Abraham Samad terang-terangan memuji figur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi, karena dianggap mampu menjadi teladan dalam kampanye transparansi di jajaran eksekutif..

Pujian Samad didasari langkah yang dipilih Joko Widodo ketika melaporkan gitar bas dari personel Metallica kepada KPK. Bagi Samad, hal ini dapat mencegah terjeratnya seorang pejabat karena menerima gratifikasi dari pihak lain.

"Pak Jokowi mencontohkan melaporkan gitar dari Metallica, bagus, bisa jadi contoh," kata Samad saat memberikan materi dalam Rakernas PDI Perjuangan.

Samad menuturkan, saat ini masih banyak pejabat negara yang dijerat KPK karena menerima gratifikasi. Ia menganggap hal itu tak perlu terjadi jika para pejabat tersebut memahami aturan mengenai gratifikasi.

Pimpinan KPK ini menjelaskan, seorang pejabat bisa terlepas dari dugaan menerima gratifikasi jika melaporkan apa yang diterimanya kepada KPK sebelum 30 hari sejak menerima pemberian tersebut.

Setelah laporan masuk, KPK akan menentukan apakah barang atau pemberian itu termasuk gratifikasi yang harus dilelang atau dikembalikan. "Ini yang perlu dipahami oleh eksekutif," tandasnya.

Dalam paparannya, Samad banyak menyampaikan mengenai latar belakang korupsi dan cara penanganannya. Ia juga banyak mengungkap tentang potensi kekayaan Indonesia yang dapat dijaga dengan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Rakernas PDI Perjuangan digelar pada 6-8 September 2013 di Ancol, Jakarta. Agenda utama rakernas ini adalah konsolidasi menghadapi pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden tahun depan.

Sebanyak 1.330 kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia hadir dalam rakernas hari ini.

(jr-kdc/S)


Berita Terkait