Staf Khusus Presiden: "Cuma Zaman Bung Karno Pertanian Bisa Baik"
  • Thu, 19/09/2013 - 04:16

JAKARTA, 19/9 (SOLUSInews): Hingga kini, upaya Pemerintah untuk meningkatkan stabilitas pangan tampaknya jauh dari berhasil. Bagaimana tidak, saat ini Indonesia masih harus mendatangkan bahan-bahan pangan dari negeri seberang.

Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan, HS Dillon, menilai hanya zaman Sukarno yang dapat membesarkan sektor pertanian. Pasalnya, saat itu Pemerintah lebih mempedulikan kaum petani.

Dillon mengatakan, saat ini Indonesia masih punya banyak lahan, tapi berjuta lahan untuk konglomerat. Apalagi, petani mulai berkurang.

"Sekali saja pertanian berkembang, saat Bung Karno, ada UU Pokok Agraria, UU Pokok Bagi Hasil. (era) Soeharto lumayan, karena dia anak petani, tapi dia pernah kerja juga untuk petani, dia juga bikin konglomerat," ujar Dillon saat ditemui wartawan, di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin.

Dillon mengatakan, pada zaman Presiden Soekarno, koordinasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) sangat penting. Kementan harus berhubungan dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dengan begitu dalam lima tahun dapat dilakukan secara baik. Dia menilai, sekarang koordinasi kurang baik. Apalagi, Kementerian Pertanian tidak bisa duduk dengan para petani.

"Suswono (Menteri Pertanian) orang baik, tapi enggak bisa duduk dengan teman pertanian, mengharapkan orang lain menyusun kebijakan, membantu petani kalau dia tidak jabarkan itu," demikian HS Dillon.

(jr-ozc/S)

Categories: 

Berita Terkait